Interview Tiffany dan Bora Sistar di ‘Harper’s Bazaar’

January 4, 2014 | By nuno | Filed in: Berita Terbaru.

Ga nyangka ya kalo ternyata Tiffany berteman dekat sama Bora Sistar. Meskipun grup mereka sering kali dibanding-bandingin, dan juga punya selera yang berbeda, ternyata ga menghambat mereka buat sobatan. Pengen tau serunya persahabatan mereka, baca aja dulu nih interview Tiffany dan Bora Sistar di majalah Harper’s Bazaar edisi Januari 2014.

tiffany_harpersbazaar

HB: Bagaikan sebuah persahabatan yang kosong, ga mudah buat orang yang saling kenal melalui kerjaan bisa berteman dengan baik. Sejarah Tiffany dan Bora berkenalan sebenarnya pendek tapi berkesan kuat. Awalnya karena Hyoyeon dan Sunny yang syuting bareng Bora di Invincible Youth season 2, merasa kalo Bora punya kepribadian yang bisa cocok sama Fany. Karena itu mereka berdua pun saling dikenalin. Tiffany pun ngejelasin gimana akhirnya mereka bisa bersahabat, dengan berbagi cerita tentang pengalaman mereka dimasing-masing grupnya.

tiffany_bora_harpersbazaar

Tiffany: Aku rasa karena dia bertemu denganku sekarang. Aku udah di tahun ketujuh debut, dan Bora ditahun ketiganya. Kalo dia ketemu aku 4 tahun lalu, aku rasa kita ga bakal sedekat ini. Dulu waktu masih baru debut, aku ga mau menyapa grup lain dan bersikap dingin. Kalo sekarang, aku suka becandaa sama teman-teman dan bilang, “Ya ampun kita kek gitu dulu!” haha.. Biasanya nih, kalo ada dua cewe syuting bareng, pasti ada semacam perang dingin, pengen terlihat sapa yang lebih cantik. Tapi kalian liat kita kan tadi?

Kalo diinget lagi, mereka sempat berdiskusi tentang kostum yang mereka pilih, dan berbagai pendapat mereka.

Bora: Tiffany kan senior. Jadi dia suka kasih saran yang detil banget. Aku rasa, karena kita berdua sama-sama ga bagus dalam trik, dan kita bisa saling bertukar rahasia yang ga bisa kita lakuin sama orang lain. Kita banyak banget berbagi rahasia lho haha…

HB: Kalo kalian berpikir pertemanan antara idol, kalian pasti berpikir pertemanan mereka pasti spesial, tapi ternyata mereka sama aja dengan orang lain di usia 20an. Mereka jalan bareng, makan bareng, atau bahkan cuma ngobrol santai dirumah Tiffany. Bora bilang kalo ia punya banyak teman selebriti, tapi ia merasa dekat sama Tiffany karena bisa berbagi apa aja dengannya.
Bora: Setelah cape keliling diluar, aku suka telpon Tiffany dan bertanya apa aku bisa main kerumahnya. Kalo kalian liat, Tiffany datang dari US, dan karena dia punya selera yang berbeda, jadi kita punya banyak banget perbedaan. Tapi dia teman yang bisa memahami dan menerima perbedaan kita. Kita ga banyak ngelakuin macam-macam. Kita cuma terdiam. Gitu aja.

Bisa ngabisin waktu bareng, dimana kesunyian itu ga bikin canggung, itu sendiri udah terasa spesial.

tiffany_harpersbazaar1

HB: Bora datang ke lokasi dengan kostum yang boyish, sementara Tiffany datang dengan baju yang colourful dengan pink aksesoris. Setelah mengenal mereka lebih dalam, ternyata mereka punya selera yang beda. Dan kini keduanya terlibat diacara ‘Fashion King Korea’.
Tiffany: Ga cuma selera kita yang beda, tapi cara kita bekerja juga sama sekali beda. Kalo Bora itu lebih santai, seperti mengalir gitu aja, sementara aku orangnya perfeksionis, aku harus ngecek semuanya. Sama aja seperti saat penilaian, daripada mikirin sapa yang lebih bagus, aku justru lebih ke timing. Dan hubungan kita nih hubungan yang bisa menerima kalo salah satu lebih baik. Sejujurnya, kita susah banget buat ketemu, tapi sekarang kita dapat kesempatan buat ketemu seminggu sekali. Ini jadi lebih baik.

Bora setuju banget sama Tiffany.

Bora: Kita seharusnya menunjukkan persaingan, tapi sayangnya itu ga berjalan, jadi tim produksi juga ikutan bingung. Jujur nih, kalo ketemu Tiffany, kita malah ga banyak ngobrolin ‘fashion King Korea’ haha.. Kita malah ngobrolin yang lain.

Orang mungkin aja ga percaya omongan mereka, kalo mereka beneran jujur, seperti mereka berharap mereka berdua bisa lolos sampai akhir acara. Tapi kalo ngeliat gimana mereka dilokasi mereka sama sekali ga peduli dengan ‘kontes kecantikan’, jadi aku setuju.

tiffany_bora_harpersbazaar1

HB: Tiffany itu punya ambisi yang kuat dan jelas. Dia selalu ingin melakukan sesuatu yang berbeda. Dia selalu punya hasrat didunia fashion, di PC tabletnya aja kita bisa liat kalo dia mebuat draft semua yang berhubungan dengan fashion, mule dari runway cuts, gaya rambut dan makeup, bahkan setiap detil lipatan kain pun diperhatikan. ‘Fashion King Korea’ bagaikan sebuah ujian buatnya, yang mana dia juga mengurusi visual Girls’ Generation dan TTS, ini membuatnya berpotensi sebagai direktur visual dan designer.
Tiffany: Tiap kali kita dikasih konsep baru, aku pikir ini saatnya melakukan sesuatu dengan apa yang udah kita pelajari, kita keluarkan, dan melihat sampai sejauh mana adalah sesuatu yang diharuskan, jadi aku melihat lagi semua repertoar. Aku belajar bahwa kamu bisa menjadikan sesuatu berjalan lancar dengan bekerja sama dengan seseorang yang ahli dibidangnya dan bisa membuatmu mengeluarkan semua kemampuanmu. Dalam hal ini, aku ngerasa pengarah visual lebih pas buatku dibandingin design.

HB: Keliatannya dia semangat banget ceritain kalo dia lagi sibuk jadi pengarah visual buat album baru Girls’ Generation yang bakal segera dirilis. Setelah mengumpulkan semua info dan keinginan masing-masing member, dia siap buat ikutan rapat dengan tim produksi.
Tiffany: Kalo membayangkan karakteristik masing-masing, banyak banget yang bisa kamu lakuin dengan 9 member. Dan kalo dipikir lagi, sebenarnya agak mengecewakan karena ternyata kita selalu memakai gaya rambut dan makeup yang sama berulang-ulang. Aku pengen tiap member keluar dengan karakteristik mereka di alabum ini.

tiffany_harpersbazaar2

HB: Kalo Tiffany adalah tipe cewe yang terlihat powerful, Bora lebih ke tipe cewe yang diam-diam punya potensi. Dia punya energi yang bisa mempengaruhi orang lain. ‘Fashion King Korea’ adalah level yang baru bagi Bora. Dimana diacara ini dia bisa memasukkan selera fashionnya sendiri.
Bora: Jujur aja nih, sebenarnya aku ga terlalu tertarik sama fashion. Aku udah sering terlibat diberbagai acara yang ada kompetisinya, tapi baru disini aku ngerasa nervous saat di evaluasi. Bagus sih, tapi kadang ada sedikit perasaan malu karena ada poin dan eliminasi. Awalnya, aku selalu berhati-hati, tapi sekarang aku mule lebih berani. Aku mule memasukkan ide-ideku dalam urusan gaya, dan karena itu aku jadi punya keinginan buat karyaku sendiri suatu saat nanti.

tiffany_bora_harpersbazaar2

HB: Sepertinya dua orang dengan usia yang hampir sama ngejalanin masa muda mereka dengan cara yang berbeda. Kalian berdua bentar lagi berusia 26 tahun, gimana kalian ngeliat diri kalian kebelakang, sepertiku kalo aku ngeliat 10 tahun yang lalu, aku dalam masa mencari jati diri.
Bora: Aku ngabisin waktuku tanpa berpikir akhir-akhir ini. Aku mengambil cuti kuliah, dan saat aku nyanyi, aku menuangkan semua hasratku ke dalamnya. Karena tuntutan kerjaan aku cuma nunjukkin penampilan cantik dan seksi, dan itu bikin orang iri, jadi agak sulit nemuin hal-hal kecil yang terjadi dalam kehidupan biasa. Jadi kupikir kamu harus punya perasaan seorang gadis muda lebih dari seorang wanita. Kedewasaan dan glamor itu penting, tapi kupikir perlu juga adanya perasaan bersemangat dan penuh kasih.

HB: Setelah Bora selesai ngomong dengan hati-hati dan kata-katanya dengan karakteristik gaya anak muda, Tiffany menambahkan dengan cara yang tegas.
Tiffany: Kalo ngeliat diriku sendiri kebelakang, semua momen-momen yang besar dan memalukan semuanya berhubungan sama pink. Dan sampai sekarang meski dibilang norak, aku tetap masih suka pink haha.. sampai sekarang panutanku masih Elle Woods dari film ‘Legally Blonde’. Dia pernah bilang kek gini, “You… got into Harvard Law? What, like it’s hard?” Aku selalu pengen melihat kehidupan dan semua impianku dengan cara seperti itu.

Source: soshified, Harper’s Bazaar
Eng trans: ch0sshi@soshified

Advertisement


Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>